Consumer
Behavior ( Kelas Perilaku Konsumen ) Tuesday afternoon Departement of Family
and Consumer Sciences. College of Human Ecology. Bogor Agricultural University.
Lecturer:
Prof.Ir.Ujang Sumarwan, MSc.
Session
6 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
Sikap Konsumen
Oleh
Fika Fatia Qandhi, Mayor SKPM (Ilmu Keluarga dan Konsumen)
Collage
of Human Ecology
Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard sikap menunjukkan apa yang konsumen sukai dan yang tidak disukai. Sikap juga bisa menggammbarkan kepercayaan konsumen terhadap berbagai atribut dan manfaat dari objek tersebut. Sikap memiliki tiga unsur yaitu, kognitif (pengetahuan), afektif( emosi, perasaan), dan konatif (tindakan). Beberapa karakteristik sikap adalah sikap memiliki objek; konsistensi sikap; sikap positif, negatif, dan netral; intensitas sikap; resistensi sikap (resistance), persistensi sikap (persistence), keyakinan sikap (confidence), sikap dan situasi.
Sciffman dan Kanuk (2000) mengemukakan empat fungsi dari
sikap, yaitu fungsi utilitarian, fungsi mempertahankan ego, fungsi ekspresi
nilai, dan fungsi pengetahuan. Pemasar yang menggunakan pendekatan fungsi sikap
dalam mengubah sikap konsumen disebut sebagai pendekatan “mengubah fungsi
motivasi dasar dari konsumen”. Fungsi utilitarian, sikap berfungsi mengarahkan
perilaku untuk mendapatkan penguatan positif (manfaat produk yang menyebabkan
konsumen menyukai produk tersebut). Fungsi mempertahankan ego, sikap berfungsi
untuk melindungi seseorang dari keraguan yang muncul dari dalam dirinya sendiri
atau dari faktor luar yang mungkin menjadi ancaman bagi dirinya. Fungsi ekspresi nilai, berfungsi untuk
menyatakan nilai-nilai, gaya hidup, dan identitas sosial dari seseorang. Sikap
akan menggambarkan minat, hobi, kegiatan, dan opini dari seorang konsumen. Fungsi
pengetahuan,, pengetahuan konsumen terhadap suatu produk dapat mendorong sikap
positif dan kesukaan konsumen terhadap suatu produk.
Kombinasi dari beberapa fungsi diatas dapat dijadikan
strategi mengubah sikap untuk menarik perhatian konsumen, sehingga mereka
terdorong untuk mengubah sikapnya. Peristiwa penting juga sering dimanfaatkan
oleh para produsen untuk membangun sikap positif terhadap produknya dengan cara
menghubungkan antara peristiwa penting tersebut dengan produknya. Kemudian produsen
juga sering mengubah citra produknya menjadi suatu produk yang luar biasa.
Salah satu caranya adalah dengan mengubah persepsi konsumen terhadap merek
produknya. Strategi mengubah sikap konsumen bisa pula dilakukan dengan cara
memberikan atribut baru kepada produk. Atribut baru akan memberikan citra
positif bahwa produk tersebut inovatif. Selanjutnya dapat dilakukan dengan cara
mengubah sikap konsumen terhadap produk atau merek dengan membangun sikap
positif secara keseluruhan terhadap suatu produk. Yang dimaksud dengan
keseluruhan tersebut adalah produsen tidak secara khusus menyebutkan perubahan
suatu atribut. Strategi lain adalah dengan cara mengubah sikap atau kepercayaan
konsumen terhadap merek pesaing. Namun di lain sisi konsumen seringkali
memiliki dua sikap yang berlawanan terhadap suatu produk. Sehingga pemasar
harus membuat strategi komunikasi yang tepat untuk memecahkan konflik sikap
yang dihadapi konsumen.
Menurut berbagai ahli, sikap terdiri atas tiga komponen
yaitu: kognitif, afektif, dan konatif. Komponen kognitif dari sikap
menggambarkan pengetahuan dan persepsi terhadap suatu objek sikap. Afektif
menggambarkan perasaan dan emosi seseorang terhadap suatu produk. Sedangkan
konatif menggambarkan kecenderungan dari seseorang untuk melakukan tindakan
tertentu yang berkaitan dengan objek sikap. Pengukuran sikap yang paling
populer digunakan oleh para peneliti konsumen adalah Model Multi Atribut Sikap,
yang menjelaskan bahwa sikap konsumen terhadap san suatu objek sikap (produk)
sangat ditentukan oleh sikap konsumen terhadap atribut-atribut yang dievaluasi.
Model ini mengemukakan tiga konsep utama yakni, atribut (salient belief), kepercayaan (belief),
dan evaluasi atribut. www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id