Consumer
Behavior ( Kelas Perilaku Konsumen ) Tuesday afternoon Departement of Family
and Consumer Sciences. College of Human Ecology. Bogor Agricultural University.
Lecturer:
Prof.Ir.Ujang Sumarwan, MSc.
Session
5 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
Proses
Belajar Konsumen
Oleh
Fika Fatia Qandhi, Mayor SKPM (Ilmu Keluarga dan Konsumen)
Collage
of Human Ecology
Proses belajar konsumen adalah suatu proses untuk memperoleh pengetahuan dan pengalaman yang dapat mengakibatkan perubahan perilaku konsumen yang relatif permanen. Beberapa hal penting dari belajar yakni, belajar adalah proses yang berkelanjutan dimana konsumen akan menerima informasi setiap saat dan dimanapun, ia akan selalu memperoleh pengetahuan baru dari membaca, mendengar, dan berpikir dari pengalamnnya. Kemudian, pengalaman memainkan peranan dalam proses belajar. Belajar tidak selalu terjadi karena sengaja melainkan juga terjadi secara tidak sengaja. Selanjutnya adalah terminologi belajar memiliki makna yang luas. Belajar bisa memiliki makna yang sederhana dan bisa berarti sesuatu yang lebih rumit.
Proses
belajar bisa terjadi karena adanya empat unsur yang mendorong proses belajar
tersebut (Schiffman dan Kanuk). Pertama, motivasi (motivation) adalah daya
dorong dari dalam diri konsumen karena adanya kebutuhan. Kedua, isyarat (issues) adalah stimulus yang
mengarahkan motivasi tersebut. Isyarat akan mempengaruhi cara konsumen beraksi
terhadap suatu motivasi. Ketiga, respons (response)
adalah reaksi konsumen terhadap isyarat. Keempat, pendorong (reinforcement)
adalah sesuatu yang meningkatkan kecenderungan seorang konsumen untuk
berperilaku pada masa datang karena adanya isyarat atau stimulus.
Beberapa
pakar mengklasifikasikan proses belajar kedalam dua kategori, yaitu proses
belajar kognitif (cognitive approach),
dicirikan oleh adanya perubahan pengetahuan yang menekankan kepada proses
mental konsumen untuk mempelajari informasi dan proses belajar perilaku (behaviorist approach), dimana terjadi
perubahan perilaku akibat pengalaman bukan akibat fisik. Proses belajar
perilaku terbagi menjadi tiga bagian. Pertama proses belajar classical conditioning yaitu proses
belajar melalui pengulangan (repetition).
Ada tiga konsep utama yang diturunkan dari proses belajar classical conditioning, yaitu pengulangan
(repetition), generalisasi stimulus (stimulus generalization), dan
diskriminasi stimulus (stimulus
discrimination) yang diterapkan pada komunikasi pemasaran.
Generalisasi
stimulus adalah kemapuan seorang konsumen untuk bereaksi sama terhadap stimulus
yang relatif berbeda. Beberapa konsep yang diturunkan dari generalisasi
stimulus yang diterapkan dalam pemasaran adalah perluasan lini produk, family branding, me-too product, similar
name, licensing, dan generalizing
usage situation. Pada diskriminasi stimulus, konsumen diharapkan bisa
mengambil kesimpulan berbeda terhadap beberapa stimulus yang mirip satu dengan
yang lainnya, biasanya dipakai untuk melakukan positioning dan diferensiasi prosuk oleh pemimpin pasar atau
produsen pada umumnya.
Kedua
adalah proses belajar instrumental (operant
conditioning),dimana proses belajar yang terjadi pada diri konsumen akibat
konsumen menerima imbalan (rewards)
karena mengonsumsi suatu produk sebelumnya. Empat konsep pentingnya adalah,
penguat (reinforcer), hukuman (punishment), kepunahan (extinction) , dan shapping. Dan yang terakhir adalah proses belajar observational learning, dimana proses
belajar dilakukan ketika konsumen mengamati tindakan dan perilaku orang lain
dan konsekuensi dari perilaku tersebut.www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
No comments:
Post a Comment