Saturday, 8 October 2011

Pengetahuan Konsumen


Consumer Behavior ( Kelas Perilaku Konsumen ) Tuesday afternoon Departement of Family and Consumer Sciences. College of Human Ecology. Bogor Agricultural University.

Lecturer: Prof.Ir.Ujang Sumarwan, MSc.

Session 6 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

Pengetahuan Konsumen 
Oleh Fika Fatia Qandhi, Mayor SKPM (Ilmu Keluarga dan Konsumen)
Collage of Human Ecology

Pengetahuan konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam produk dan jasa serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Engel, Blackwell, dan Miniard membagi pengetahuan konsumen ke dalam tiga macam yaitu pengetahuan produk, pengetahuan pembelian, dan pengetahuan pemakaian. Pengetahuan produk meliputi kelas produk (product class), bentuk produk (product form), merek (brand), model/fitur (model/features). Kelas produk adalah tingkat pengetahuan produk yang paling luas, yang meliputi beberapa bentuk, merek, atau model. Peter dan Olson membagi tiga jenis pengetahuan produk, yaitu pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk, pengetahuan tentang manfaat produk, dan pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi konsumen.
            Atribut suatu produk dibedakan ke dalam atribut fisik dan atribut abstrak. Atribut fisik menggambarkan cirri-ciri fisik produk, sedangkan atribut abstrak menggambarkan karakteristik subjektif dari suatu produk berdasarkan persepsi konsumen. Konsumen seringkali berpikir mengenai manfaat yang ia rasakan jika membeli suatu produk, bukan mengenai atributnya. Konsumen akan merasakan dua jenis manfaat setelah mengonsumsi sesuatu, yaitu manfaat fungsional (functional consequences) dan manfaat psikososial (psychosocial consequences). Konsumen merakan bukan hanya manfaat positif melainkan juga merasakan manfaat negatif sebagai konsekuensi dari mengonsumsi atau menghindari produk-produk tertentu. Manfaat suatu produk dapat dijadikan dasar untuk melakukan segmentasi pasar (benefit segmentation). Konsumen dapat dibagi ke dalam kelompok berdasarkan manfaat produk yang diinginkannya.
            Manfaat negatif yang dirasakan oleh konsumen disebut juga sebagai risiko yang akan didapat oleh konsumen akibat mengonsumsi atau tidak mengonsumsi suatu produk. Dua hal penting untuk memahami persepsi risiko ini adalah adanya ketidakpastian (incertainly) dan konsekuensi (consequences). Semakin besar persepsi risiko semakin banyak informasi yang dicari konsumen sebelum membeli suatu produk. Persepsi risiko dapat dibagi ke dalam tujuh macam, yaitu sebagai berikut: risiko fungsi, risiko keuangan, risiko fisik, risiko psikologis, risiko sosial, risiko waktu, dan risiko hilangnya kesempatan.
            Pengetahuan selanjutnya adalah pengetahuan pembelian. Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan tentang toko, lokasi produk di dalam toko tersebut, dan penempatan produk yang sebenarnya di dalam toko tersebut. Perilaku membeli memiliki urutan sebagai berikut: store contact, product contact, dan transaction. Dengan semakin majunya teknologi digital, komputer, dan informasi, maka pola belanja seorang konsumen lebih bervariasi dan semakin meninggalkan pola belanja tradisional. Teknologi informasi dan ATM menyebabkan kemudahan dalam melakukan transaksi.
            Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Agar produk tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi kepada konsumen, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengonsumsi produk tersebut dengan benar. Kesalahan yang dilakukan oleh konsumen dalam menggunakan suatu produk akan menyebabkan produk tidak berfungsi dengan baik. Produsen berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting bagi konsumen.www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id

No comments:

Post a Comment