Consumer Behavior ( Kelas Perilaku Konsumen )
Tuesday afternoon Departement of Family and Consumer Sciences. College of Human
Ecology. Bogor Agricultural University.
Lecturer:
Prof.Ir.Ujang Sumarwan, MSc.
Session
6 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
Pengetahuan
Konsumen
Oleh
Fika Fatia Qandhi, Mayor SKPM (Ilmu Keluarga dan Konsumen)
Collage
of Human Ecology
Pengetahuan
konsumen adalah semua informasi yang dimiliki konsumen mengenai berbagai macam
produk dan jasa serta pengetahuan lainnya yang terkait dan informasi yang
berhubungan dengan fungsinya sebagai konsumen. Engel, Blackwell, dan Miniard
membagi pengetahuan konsumen ke dalam tiga macam yaitu pengetahuan produk,
pengetahuan pembelian, dan pengetahuan pemakaian. Pengetahuan produk meliputi
kelas produk (product class), bentuk
produk (product form), merek (brand), model/fitur (model/features). Kelas produk adalah
tingkat pengetahuan produk yang paling luas, yang meliputi beberapa bentuk,
merek, atau model. Peter dan Olson membagi tiga jenis pengetahuan produk, yaitu
pengetahuan tentang karakteristik atau atribut produk, pengetahuan tentang
manfaat produk, dan pengetahuan tentang kepuasan yang diberikan produk bagi
konsumen.
Atribut suatu produk dibedakan ke dalam atribut fisik dan
atribut abstrak. Atribut fisik menggambarkan cirri-ciri fisik produk, sedangkan
atribut abstrak menggambarkan karakteristik subjektif dari suatu produk
berdasarkan persepsi konsumen. Konsumen seringkali berpikir mengenai manfaat
yang ia rasakan jika membeli suatu produk, bukan mengenai atributnya. Konsumen
akan merasakan dua jenis manfaat setelah mengonsumsi sesuatu, yaitu manfaat
fungsional (functional consequences)
dan manfaat psikososial (psychosocial
consequences). Konsumen merakan bukan hanya manfaat positif melainkan juga
merasakan manfaat negatif sebagai konsekuensi dari mengonsumsi atau menghindari
produk-produk tertentu. Manfaat suatu produk dapat dijadikan dasar untuk
melakukan segmentasi pasar (benefit
segmentation). Konsumen dapat dibagi ke dalam kelompok berdasarkan manfaat
produk yang diinginkannya.
Manfaat negatif yang dirasakan oleh konsumen disebut juga
sebagai risiko yang akan didapat oleh konsumen akibat mengonsumsi atau tidak
mengonsumsi suatu produk. Dua hal penting untuk memahami persepsi risiko ini adalah
adanya ketidakpastian (incertainly)
dan konsekuensi (consequences).
Semakin besar persepsi risiko semakin banyak informasi yang dicari konsumen
sebelum membeli suatu produk. Persepsi risiko dapat dibagi ke dalam tujuh
macam, yaitu sebagai berikut: risiko fungsi, risiko keuangan, risiko fisik,
risiko psikologis, risiko sosial, risiko waktu, dan risiko hilangnya
kesempatan.
Pengetahuan selanjutnya adalah pengetahuan pembelian.
Menurut Engel, Blackwell, dan Miniard pengetahuan pembelian terdiri atas pengetahuan
tentang toko, lokasi produk di dalam toko tersebut, dan penempatan produk yang
sebenarnya di dalam toko tersebut. Perilaku membeli memiliki urutan sebagai
berikut: store contact, product contact,
dan transaction. Dengan semakin
majunya teknologi digital, komputer, dan informasi, maka pola belanja seorang
konsumen lebih bervariasi dan semakin meninggalkan pola belanja tradisional.
Teknologi informasi dan ATM menyebabkan kemudahan dalam melakukan transaksi.
Suatu produk akan memberikan manfaat kepada konsumen jika
produk tersebut telah digunakan atau dikonsumsi oleh konsumen. Agar produk
tersebut bisa memberikan manfaat yang maksimal dan kepuasan yang tinggi kepada
konsumen, maka konsumen harus bisa menggunakan atau mengonsumsi produk tersebut
dengan benar. Kesalahan yang dilakukan oleh konsumen dalam menggunakan suatu
produk akan menyebabkan produk tidak berfungsi dengan baik. Produsen
berkewajiban untuk memberikan informasi yang cukup agar konsumen mengetahui
cara pemakaian suatu produk. Pengetahuan pemakaian suatu produk adalah penting
bagi konsumen.www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
No comments:
Post a Comment