Lecturer: Prof.Ir.Ujang Sumarwan, MSc.
Session 1 www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
Manfaat mempelajari perilaku konsumen
Oleh Fika Fatia Qandhi, Mayor SKPM (Ilmu Keluarga dan Konsumen)
Collage of Human Ecology
Dorongan seseorang untuk melakukan sesuatu disebut sebagai motivasi. Menurut Schiffman dan Kanuk (2000, hal 63) mendifinisikan motivasi ''Motivation can be described as driving force within individuals that impels them to action. This driving force is produced by state of tension, which exist as the result of an unfulfilled need". Motivasi terbentuk karena adanya rangsangan akibat adanya gap antara apa yang dirasakan dengan apa yang seharusnya dirasakan. Motivasi muncul karena adanya kebutuhan yang dirasakan oleh konsumen. Pengenalan kebutuhan akan menyebabkan tekanan (tension) kepada konsumen sehingga adanya dorongan (drive state) untuk melakukan tindakan (goal-directed behavior). Tindakan tersebut dapat berbagai macam. Tindakan tersebut akan menyebabkan terpenuhinya kebutuhan konsumen (goal of need fulfillment) atau konsumen memperoleh insentif (incentive objects atau consumer incentives). Insentif dapat berbentuk produk, jasa, informasi yang dipandang dapat memenuhi kebutuhan konsumen.
Kebutuhan yang dirasakan konsumen (felt needs) dapat dipengaruhi oleh dua faktor yaitu dari diri konsumen sendiri (fisiologis), misalnya rasa lapar dan haus, dan oleh faktor luar konsumen, misalnya aroma makanan yang datang dari restoran sehingga konsumen terangsang ingin makan. Kebutuhan yang datang dari dalam diri seseorang disebut sebagai kebutuhan primer (primary needs). Produk tersebut dibutuhkan konsumen untuk mempertahankan hidupnya. Selain itu, terdapat pula kebutuhan sekunder atau motif. Kebutuhan sekunder atau kebutuhan yang diciptakan (acquired needs) adalah kebutuhan yang muncul sebagai reaksi konsumen terhadap lingkungan dan budayanya. Kebutuhan tersebut biasanya bersifat psikologis. Kebutuhan meliputi self-esterm, prestige, affection power. Kebutuhan yang dirasakan (felt needs) dapat dibedakan berdasarkan manfaat tang diharapkan dari pembelian dan penggunaa produk. Pertama adalah kebutuhan utilitarian (utilitarian needs), yang mendorong konsumen membeli produk karena manfaat fungsional dan karakteristik objektif dari produk tersebut. Kedua adalah kebutuhan ekspresive atau hedonik (expressive needs atau hedonic needs), yaitu kebutuhan yang bersifat psikologis.
Tujuan adalah suatu cara untuk memenuhi kebutuhan. Tujuan dibedakan ke dalam tujuan generik (generic goals), yaitu kategori umum dari tujuan yang dipandang sebagai cara untuk memenuhi kebutuhan. Kedua, tujuan produk khusus (specific product goals), yaitu produk atau jasa dengan merek tertentu yang dipilih oleh konsumen sebagai tujuannya.
Salah satu teori kebutuhan adalah teori kebutuhan berjenjang yang dikenal sebagai Teori Maslow atau Hirarki Kebutuhan Manusia ( Maslow's Hierarchy of Needs). Menurut teori Maslow, manusia berusaha memenuhi kebutuhan tingkat rendahnya terlebih dahulu sebelum memenuhi kebutuhan yang lebih tinggi. Maslow mengemukakan lima kebutuhan manusia berdasarkan tingkat kepentinganya. Pertama, kebutuhan fisiologis (Physiological Needs), yaitu kebutuhan dasar manusia untuk mempertahankan hidup. Kedua, kebutuhan rasa aman (Safety Needs), yaitu kebutuhan perlindungan bagi fisik manusia. Ketiga, kebutuhan sosial (Social Needs atau Belonginess Needs), kebutuhan sosial yang berdasarkan kepada perlunya manusia berhubungan satu dengan yang lainnya. Keempat, kebutuhan ego (Egoistic or Esteem Needs), adalah kebutuhan tingkat berprestasi sehingga mencapai derajat yang lebih tinggi dari yang lainnya. Kelima, kebutuhan aktualisasi diri (Need for Self-Actualization), yaitu keinginan dari diri seseorang untuk menjadikan dirinya sebagai orang yang terbaik sesuai dengan potensi dan kemampuan yang dimilikinya.
www.ujangsumarwan.blog.mb.ipb.ac.id
No comments:
Post a Comment